Peraturan Menteri Pertanian Nomor 5 Tahun 2019 tentang Tata Cara Perizinan Berusaha Sektor Pertanian


It appears you don't have a PDF plugin for this browser. No biggie... you can click here to download the PDF file.

Abstrak

Peraturan ini ditetapkan dalam rangka optimalisasi pelayanan perizinan berusaha komoditas pertanian dengan system Online Single Submission (OSS). Peraturan ini mencabut Peraturan Menteri Pertanian Nomor 29/PERMENTAN/PP.210/2018 tentang Tata Cara Perizinan Berusaha Sektor Pertanian.

info penting

-     cakupan yang diatur dalam peraturan ini adalah:

ü  izin usaha, meliputi:

a.       Izin Usaha perkebunan;

b.      Izin Usaha tanaman pangan;

c.       Izin Usaha hortikultura;

d.      Izin Usaha peternakan;

e.      Izin Usaha obat hewan;

f.        pendaftaran usaha perkebunan;

g.       pendaftaran usaha tanaman pangan;

h.      pendaftaran usaha budi daya hortikultura; dan

i.         pendaftaran usaha peternakan.

ü  izin komersial dan operasionl, meliputi:

a.       izin pemasukan dan pengeluaran benih tanaman;

b.      izin pemasukan dan pengeluaran benih/bibit ternak;

c.       izin pemasukan dan pengeluaran sumber daya genetik;

d.      izin pemasukan agens hayati;

e.      izin pemasukan dan pengeluaran bahan pakan asal hewan dan tumbuhan;

f.        izin pemasukan dan pengeluaran obat hewan;

g.       izin pemasukan dan pengeluaran hewan peliharaan;

h.      rekomendasi ekspor/impor beras tertentu;

i.         rekomendasi impor produk hortikultura;

j.        rekomendasi teknis impor tembakau;

k.       rekomendasi pemasukan dan pengeluaran produk hewan;

l.         rekomendasi pemasukan dan pengeluaran ternak ruminansia dan babi;

m.    pendaftaran pangan segar asal tumbuhan;

n.      pendaftaran alat mesin pertanian;

o.      pendaftaran pakan ternak;

p.      pendaftaran/registrasi obat hewan;

q.      pendaftaran/pelepasan varietas tanaman;

r.        perlindungan/pendaftaran varietas tanaman;

s.       pendaftaran pestisida;

t.        pendaftaran pupuk; dan

u.      penetapan instalasi karantina tumbuhan dan hewan.

-     Eksportir obat hewan mengajukan komitmen melalui OSS yang berisi kesanggupan menyampaikan:

1)      rekomendasi dari kepala dinas daerah provinsi dan kabupaten/kota di tempat lokasi kantor pusat perusahaan yang bersangkutan apabila lokasi gudang dan kantor berada dalam satu provinsi;

2)      rekomendasi dari kepala dinas daerah propinsi dan kabupaten/kota;

3)      rekomendasi dari kepala dinas daerah provinsi dan kabupaten/kota untuk eksportir yang menggunakan gudang di luar lokasi kantor pusat;

4)      rekomendasi dari Asosiasi Obat Hewan Indonesia Pengurus Daerah Setempat dan/atau Asosiasi Obat Hewan Indonesia Pusat;

5)      pernyataan memiliki atau menguasai sarana/peralatan untuk melakukan kegiatan usahanya;

6)      pernyataan memiliki atau menguasai tempat penyimpanan obat hewan yang dapat menjamin terjaganya mutu; dan

7)      pernyataan mempunyai tenaga dokter hewan atau apoteker yang bekerja tetap sebagai penanggung jawab teknis.

-     Produksi benih (parent seed) untuk tujuan ekspor mengajukan komitmen melalui OSS yang berisi kesanggupan menyampaikan:

1)      Information Required for Seed Introduction/Importation to Indonesia;

2)      Technical Information for Commodity(s) Proposed Exported to Indonesia, terhadap pemasukan benih untuk pertama kali dari jenis tanaman dan/atau negara asal;

3)      rencana produksi benih (luas yang akan ditanam dan perkiraan produksi);

4)      jumlah benih yang dimohonkan sesuai dengan rencana produksi;

5)      rekomendasi kesesuaian lahan teknis dari dinas kabupaten/kota;

6)      pernyataan benih tidak akan diedarkan di Indonesia; dan

7)      realisasi pemasukan benih sebelumnya;

-  izin pengeluaran benih tanaman pangan untuk keperluan ekspor mengajukan komitmen melalui OSS yang berisi kesanggupan menyampaikan:

1)      keputusan pelepasan varietas;

2)      realisasi pengeluaran benih sebelumnya; dan

3)      keterangan dari pemulia/instansi pemilik varietas atas benih yang akan dikeluarkan/diekspor (apabila benih varietas bersari bebas dan/atau hibrida merupakan benih bina dari varietas publik);

-  Ekspor uji profisiensi dan validasi metode , pengujian mutu benih dalam rangka OECD seed Scheme, keperluan pameran, promosi, lomba, mengajukan komitmen melalui OSS yang berisi kesanggupan menyampaikan:

1)      keputusan pelepasan varietas;

2)      realisasi pengeluaran benih; dan

3)      keterangan dari pemulia/instansi pemilik varietas atas benih yang akan dikeluarkan/diekspor (khusus benih bersari bebas dan/atau hibrida yang merupakan benih bina dari varietas publik).

-  Permohonan rekomendasi eskpor beras tertentu dilakukan oleh badan usaha atau badan hukum.

-  Permohonan rekomendasi diajukan melalui OSS disertai komitmen kesanggupan untuk menyampaikan:

1)      keterangan mengenai pesanan (confirmation order) dari pembeli di luar negeri; dan

2)      sertifikat organik dari lembaga sertifikasi organik yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) atau sesuai dengan permintaan di negara tujuan (untuk beras organik).  

-  Rekomendasi ekspor/impor beras tertentu berlaku efektif setelah pemohon dinyatakan memenuhi Komitmen berdasarkan hasil evaluasi.