Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia


It appears you don't have a PDF plugin for this browser. No biggie... you can click here to download the PDF file.

Abstrak

UU ini dibentuk dalam rangka mempercepat laju pertumbuhan perdagangan luar negeri dan  meningkatkan daya saing. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebagai agen Pemerintah dapat membantu memberikan pembiayaan pada area yang tidak dimasuki oleh bank atau lembaga keuangan komersial (fill the market gap) yang tidak memiliki kemampuan pembiayaan yang kompetitif dan kemampuan menyerap risiko dengan tingkat bunga kompetitif guna pengembangan usaha yang menghasilkan barang dan jasa ekspor dan/atau usaha-usaha lain yang menunjang ekspor. LPEI juga menyediakan pembiayaan bagi transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan, baik oleh lembaga keuangan komersial maupun oleh LPEI sendiri, tetapi dinilai perlu oleh Pemerintah untuk menunjang kebijakan atau program ekspor nasional (national Interest Account).

Tujuan/sasaran yang ingin dicapai:

-          mempercepat peningkatan ekspor nasional;

-          membantu peningkatan kemampuan produksi nasional yang berdaya saing tinggi dan memiliki keunggulan untuk ekspor; serta

-          mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi untuk mengembangkan produk yang berorientasi ekspor.

info penting

-      Bentuk-bentuk pembiayaan ekspor: pembiayaan modal kerja dan/atau investasi, penjaminan (termasuk tender terkait pelaksanaan proyek penunjang), asuransi (resiko kegagalan ekspor, kegagalan bayar, investasi , risiko politik).

-      LPEI dapat memberikan fasilitas Asuransi kepada Eksportir dalam hal lembaga asuransi ekspor tidak dapat memenuhi permintaan fasilitas asuransi bagi Eksportir atau dalam rangka memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan oleh pembeli di luar negeri (Ps. 15)